Jumat, 28 Juli 2023

JALAN JALAN JAJAN

 


Mungkin banyak orang yang tidak memperdulikan apa yang mereka makan. Cerita sepotong donat mungkin tidak menarik untuk diketahui, lebih baik langsung memakannya untuk tahu rasanya. Tapi sampai saat ini saya percaya, bahwa dokumentasi yang saya tulis atau gambar yang saya abadikan saat ini akan jadi sumber rujukan bagi banyak orang kelak.

Apa yang saya lakukan sekarang akan menjadi gravitasi bagi orang lain, mempengaruhi dan memberikan dampak positif dengan terus berbagi informasi berguna. Anda, pengunjung blog inipun pasti menjadi pusat gravitasi bagi orang-orang disekitarnya jika berbagi hal baik. Dengan tekad kuat dan tujuan mulia, saya berjanji, dengan dukungan teknologi akan menyebarkan efek gravitasi seluas-luasnya semampu saya. Mari tetap berada diporos yang baik dan menjadi sumbu bagi setiap orang dilingkungan kita dengan caranya masing-masing.

Bukan waktu sebentar untuk mempelajari hal ini, saya bukan orang yang punya latar belakang sekolah masak memasak. Mempelajari secara otodidak, baik itu berguru langsung dari sang ahli atau membaca lewat buku dan internet. Waktu yang dibutuhkan tidak sebentar, sejak 2 tahun lalu hingga sekarang, terus belajar dan mencari tahu perkembangan kuliner yang pesat dan selalu dinamis. Saya memulainya dari mempelajari setiap bahan makanan dan bumbu ala Indonesia yang banyaknya bukan main. Satu persatu menanam ilmu dan menyimpan dalam kepala.

Tentu seiring dengan waktu, ilmu tadi dikaitkan dengan kemampuan lain yang terus saya kembangkan, termasuk merangkai kata-kata dalam sebuah tulisan yang kemudian diunggah ke diari elektronik. Berbagi informasi berguna saat ini memang tiada batas, dengan kecanggihan teknologi, bisa dilakukan dimana saja dan tentu dapat diakses siapa saja.

Saya selalu percaya, berbagi informasi berguna adalah salah satu cara berbuat baik. Mendokumentasikan tulisan dalam cacatan kecil dalam smartphone sebelum menuliskannya kedalam word dan mengunggah ke blog pribadi. Setiap berkunjung kesuatu daerah maka saya akan mencicipi kuliner yang ada dan mencari tahu citara rasa khas yang mengangkat budaya lokalitas penduduk. Betapa bangganya saat menemukan sesuatu yang unik dan langka lalu membagikannya ke khalayak ramai.

Sebagai seorang food blogger, saya tertarik untuk mempelajari tentang bagaimana makanan mampu menunjukkan budaya kelokalan suatu daerah atau negara yang mencirikan hasil pertanian, termasuk cara mengolahnya. Dari sana kita bisa dengan mudah mengetahui asal usul bahan baku makanan tersebut. 

Bagi saya menulis bukan hanya menceritakan masalah rasa, namun mengulik bahan, arus, proses, sampai cara makan juga jadi hal menarik untuk diulas. Makin ke sini tantangan menulis ternyata tak sekedar materi tulisan namu juga gambar yang mengunggah rasa untuk melengkapi semuanya. Ini tantangan yang menyenangkan karena harus kembali belajar fotografi.

Demi melengkapi tulisan sebagai food blogger dan memuaskan mata, tentu dukungan dari foto yang menggoda dan membuat lapar jadi hal wajib bagi saya. Smartphone adalah salah satu senjata andalan untuk mengabadikan foto dan video saat saya mencicipi makanan dan minuman yang tersaji diatas meja. Dari beberapa tutorial di youtube dan bertanya pada pakar lewat jejaring sosial atau bertanya langsung, saya menemukan banyak teknik serta kemampuan dasar dalam fotografi makanan.


Selasa, 25 Juli 2023

HAM BERDASARKAN PANCASILA

Nama Kelompok UAS Pendidikan Kewarganegaraan : 
1. Thiara Putri Nirwana : 102122120127 
2. Naufal Ahmad Shidiq : 101122220267

    HAM berdasarkan pancasila merupakan pembelajaran mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada sesi 09. 

    Pelaksanaan HAM dalam Pancasila tidak dapat dipisahkan. Oleh karenanya, pelaksanaan HAM didasari oleh sila kedua yang berbunyi "Kemanusiaan yang adil dan beradab". Selain itu, sila-sila lainnya juga menjiwai pelaksanaan HAM di Indonesia. Tak hanya Pancasila, pada Batang Tubuh UUD 1945 juga memuat jaminan dan perlindungan HAM. Di indonesia, Hak Asasi Manusia (HAM) juga semakin menguat setelah adanya gerakan reformasi, dan ini merupakan tahap awal bagi transisi Hak Asasi Manusia di Indonesia. 

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM).

Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM).

Hubungan HAM dengan Pancasila yaitu :

S > Sila Pertama Ketuhanan yang maha Esa menjamin hak kemerdekaan untuk memeluk agama melaksanakan ibadah dan menghormati perbedaan agama. Sila tersebut mengamanatkan bahwa setiap warga negara bebas untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing. Hal ini selaras dengan Deklarasi Universal tentang HAM (Pasal 2) yang mencantumkan perlindungan terhadap HAM

> > Sila Kedua Kemanusiaan yang adil dan beradab menempatkan hak setiap warga negara pada kedudukan yang sama dalam hukum serta memiliki kewajiban dan hak-hak yang sama untuk mendapat jaminan dan perlindungan undang-undang. Sila Kedua, mengamanatkan adanya persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia sebagaimana tercantum dalam Pasal 7 Deklarasi HAM PBB yang melarang adanya diskriminasi.

>  > Sila Ketiga Persatuan Indonesia mengamanatkan adanya unsur pemersatu diantara warga Negara dengan semangat rela berkorban dan menempatkan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi atau golongan, hal ini sesuai dengan prinsip HAM Pasal 1 bahwa Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.

  > Sila Keempat Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan dicerminkan dalam kehidupan pemerintahan, bernegara, dan bermasyarakat yang demokratis. Menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah mufakat yang dilakukan tanpa adanya tekanan, paksaan, ataupun intervensi yang membelenggu hak-hak partisipasi masyarakat. Inti dari sila ini adalah musyawarah dan mufakat dalam setiap penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan sehingga setiap orang tidak dibenarkan untuk mengambil tindakan sendiri, atas inisiatif sendiri yang dapat mengganggu kebebasan orang lain. Hal ini sesuai pula dengan Deklarasi HAM.

   > Sila Kelima Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengakui hak milik perorangan dan dilindungi pemanfaatannya oleh negara serta memberi kesempatan sebesar-besarnya pada masyarakat. Asas keadilan dalam HAM tercermin dalam sila ini, dimana keadilan disini ditujukan bagi kepentingan umum tidak ada pembedaan atau diskriminasi antar individu.

Apabila HAM ini diklasifikasi, maka terdapat beberapa kelompok hak sebagai berikut:

a.      Hak-hak pribadi (personal rights) meliputi kebebasan menyatakn pendapat,kebebasan memeluk agama.

b.     Hak-hak ekonomi (property rights) hak untuk memiliki sesuatu, membeli atau menjual serta memanfaatkannya.

c.      Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (rights of legal equality).

d.     Hak-hak asasi politik (political rights) yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan.

e.      Hak-hak asasi sosial dan budaya (social and cultural rights) misalnya hak untuk memilih pendidikan.

f.      Hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan perlindungan, peraturan dalam hal penangkapan (procedural rights).

 

Jadi singkat kata, dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia sudah memberikan jaminan bahwa nilai-nilai yang ada dalam Pancasila itu sejalan dengan HAM. Oleh sebab itu, penghormatan kita terhadap HAM harus bersifat juga berskala universal. Kita menerapkan HAM dengan tidak mengenyampingkan nilai-nilai keluhuran sebagai manusia Indonesia.

Hukum di Indonesia memang telah lama lumpuh. Untuk kasus-kasus besar, terutama berbau politik dan kekuasaan, sudah menjadi rahasia umum bahwa pengadilan beserta keputusan hakim pun dapat dibeli. Oleh karena itu, semua peraturan yang ada bagaikan aksesoris yang membuat perih derita korban pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Jadi singkat kata, dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia sudah memberikan jaminan bahwa nilai-nilai yang ada dalam Pancasila itu sejalan dengan HAM. Oleh sebab itu, penghormatan kita terhadap HAM harus bersifat juga berskala universal. Kita menerapkan HAM dengan tidak mengenyampingkan nilai-nilai keluhuran sebagai manusia Indonesia.

  Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh masyarakat diakibatkan rendahnya kesadaran hukum dari masyarakat. Seharusnya setiap kasus memiliki ruang publik yang luas untuk didiskusikan, dicari jalan tengahnya dan menghindari konflik horizontal. Ini juga harus benar-benar ada niat baik dari pemerintah untuk melindungi Hak Asasi Manusia warga negaranya.